Feeds:
Pos
Komentar

 

 

 

Era globalisasi dewasa ini dan di masa datang sedang dan akan mempengaruhi perkembangan sosial budaya. Dilihat dari tuntutan internal dan tantangan ekternal global, maka keunggulan-keunggulan yang mutlak dimiliki bangsa dan Negara Indonesia adalah penguasaan atas sains dan teknologi dan keunggulan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Penguasaan sains dan teknologi, sebagaimana terlihat dalam pengalaman banyak negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman dan sebagainya, menunjukkan bahwa sains – teknologi merupakan salah satu faktor terpenting yang membuat negara – negara tersebut menjadi negara yang maju.

Sesuai dengan tujuan pembangunan Indonesia untuk mewujudkan manusia yang sejahtera lahir batin, maka penguasaan atas sains dan teknologi memerlukan panduan moral. Sebab, seperti juga terlihat dalam pengalaman negara – negara maju, kemajuan dan penguasaan atas sains teknologi yang berlangsung tanpa bimbingan moral akan menimbulkan berbagai konsekuensi dan dampak negatif. Hal ini pada gilirannya menciptakan masalah-masalah kemanusiaan yang cukup berat, diantaranya krisis nilai – nilai etis, dislokasi, kekosongan nilai-nilai rohaniah, dan sebagainya.

Mempertimbangkan kenyataan ini, pengembangan dan penguasaan sains – teknologi di Indonesia seharusnya berlandaskan pada wawasan moral dan etis, Indonesia mempunyai sejumlah modal dasar yang memadai untuk mewujudkan cita – cita ini. Tantangan globalisasi pada satu pihak, dan kebutuhan menciptakan SDM unggul khususnya dalam sains dan teknologi sehingga mampu mendapatkan tempatnya dalam perkembangan dewasa ini dan masa mendatang di pihak lain.

Globalisasi merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas – batas yang mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol, sedangkan modernisasi sebetulnya identik dengan pembangunan. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan masyarakat yang maju atau modern sesuai dengan situasi dan kondisi zamannya.

Perkembangan yang paling menonjol dalam era globalisasi adalah globalisasi informasi, demikian juga dalam bidang sosial seperti gaya hidup. Serta hal ini dapat dipicu dari adanya penunjang arus informasi global melalui siaran televisi baik langsung maupun tidak langsung. Dapat menimbulkan rasa simpati masyarakat, tetapi bisa juga menimbulkan kesenjangan sosial. Terjadinya perubahan nilai – nilai sosial pada masyarakat, sehingga memunculkan kelompok spesialis diluar negeri dari pada dinegaranya sendiri, seperti meniru gaya punk, cara bergaul. Pada dasarnya, dampak negatif terjadi karena ketidaksiapan masyarakat menghadapi perubahan yang ditimbulkan tersebut.

Selain itu teknologi modern yang dihasilkan pembangunan menimbulkan efek samping yang justru bertentangan dengan kemajuan, seperti penggeseran nilai, norma, perilaku dan lembaga. Nilai lama dianggap sebagai nilai yang harus di buang., sedangkan nilai yang baru dianggap sebagai nilai yang terbaik dan mutlak diterima. Menghadapi situasi seperti ini, tidak jarang masyarakat bingung karena umumnya efek tersebut tidak mudah tertangkap oleh panca indra.

Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari pekerjaan pertanian di desa ke pekerjaan industri di kota. Saat ini dari seluruh populasi penduduk Indonesia yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Bali, Papua dan di pulau – pulau kecil lainnya, sekitar 60% lebih tinggal di daerah pedesaan dengan mata pencaharian di dominasi dari sektor pertanian, selain bekerja sebagai nelayan, dan sektor – sektor informal di pedesaan. Dengan kondisi Indonesia yang agraris, maka sebagian besar penduduknya menyandang predikat sebagai petani, sehingga sudah seharusnya posisi dalam sektor pertanian mejadi fokus perhatian khusus bagi pemerintah, selain sektor – sektor lainnya. Mengingat sampai saat ini kebijakan yang diberikan masih belum menyentuh pada persoalan di sektor pertanian.

Terjadinya urbanisasi disebabkan karena adanya faktor pendorong dan penarik. Faktor pendorong urbanisasi antara lain Sempitnya lapangan kerja di desa, adanya generasi muda yang ingin memperbaiki kehidupannya dan bebas dari tradisi, dan kesempatan menambah ilmu di desa sangat terbatas. Sedangkan faktor penariknya antara lain kota merupakan pusat perekonomian, pusat pemerintahan dan tempat industri, kota menghimpun modal usaha yang lebih besar dalam bidang transportasi, perdagangan maupun bidang jasa, dan kota memberi peluang yang tidak terbatas untuk mengembangkan potensi manusia.

Secara etmologis, kesenjangan berarti tidak seimbang, tidak simetris atau berbeda. Kesenjangan sosial ekonomi adalah tingkat pertumbuhan sosial ekonomi yang tidak sama yang terjadi pada masyarakat yang melaksanakan pembangunan atau modernisasi.

Faktor – faktor yang menyababkan kesenjangan ekonomi antar lain sebagai berikut menurunnya pendapatan per kapita sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi tanpa diimbangi peningkatan produktivitas, ketidakmerataan pembangunan antar daerah sebagai akibat kebijakan politik dan kekurangsiapan SDM, rendahnya mobilitas sosial sebagai akibat sikap mental tradisional yang kurang menyukai persaingan dan kurang usaha.

Masyarakat yang melakukan pembangunan seharusnya memperhatikan kelestarian dan perbaikan lingkungan alamnya. Modernisasi pertanian sering mengakibatkan kerusakan di sektor lingkungan alam di pedesaan apabila tidak dilakukan secara selektif dan rasional. Penggunaan bahan -bahan kimia seperti obat pembasmi hama secara terus menerus mengakibatkan kerusakan struktur tanah dan menimbulkan imunitas ( kekebalan ) pada hama itu sendiri sehingga muncul hama yang yang tahan terhadap obat pembasmi.

Kriminal adalah mereka yang melakukan tindakan yang merugikan pihak lain. Gangguan keamanan secara umum masih dalam tingkat terkendali, meskipun demikian terdapat perkembangan variasi kejahatan serta peningkatan gangguan keamanan di sekitar wilayah perbatasan dan wilayah laut Indonesia yang meresahkan dan berakibat pada pudarnya rasa aman masyarakat.

Kriminalitas dapat di cegah jika kita mempunyai pemikiran yang positif, antara lain mempertimbangkan manfaat jangka panjang, tidak adanya peluang, pasti ketahuan, merasa puas, dan harga diri yang tinggi. Sedangkan pemikiran yang negatif, antara lain tergiur manfaat jangka pendek, adanya peluang, tidak ketahuan, dan terdesak.

Bentuk hukuman antara lain peringatan baik secara lisan maupun tertulis, kurungan penjara, dan hukuman mati.

Tujuan dari peningkatan keamanan, ketertiban dan penanggulangan kriminalitas adalah sebagai berikut menurunnya angka pelanggaran hukum dan jumlah kriminalitas, serta meningkatnya penuntasan kasus kriminalitas untuk menciptkan rasa aman masyarakat, terungkapnya jaringan kejahatan internasional terutama narkotika, perdagangan manusia, menurunnya jumlah pecandu narkoba dan mengungkap kasus serta dapat diberantasnya jaringan utama supply narkoba, terungkapnya jaringan utama pencurian sumber daya kehutanan dalam memberantas illegal logging, over cutting, dan illegal trading, meningkatnya kepatuhan dan disiplin masyarakat terhadap hukum, meningkatnya kinerja kepolisian daerah.

Lunturnya eksistensi jati diri bangsa dipengaruhi karena adanya globalisasi. Globalisasi ini yang menyebabkan pudarnya jati diri bangsa. Sebagai contohnya, di Indonesia mulai berkembang internet. Hal itu menyebabkan arus informasi semakin mudah untuk di akses. Dahulu, internet hanya ada di kota – kota besar, tetapi sekarang ini di desa pun sudah banyak warnet. Hal itu sangat bertentangan dengan ide, nilai, dan norma suatu bangsa karena dengan mudahnya internet tersebut masuk ke Indonesia. Selain itu, ada hal lain yang menyebabkan jati diri suatu bangsa itu luntur, yaitu dengan masuknya perusahaan – perusahaan asing telah mematikan perusahaan dan usaha masyrakat. Bagaimana tidak, dibandingkan produk perusahaan asing harga jual lebih murah, kemasan yang bagus dan ditambah dengan tingkat konsumen masyarakat yang tinggi, produk perusahaan nasional serta usaha kecil masyarakat jelas kalah bersaing. Dengan masuknya budaya – budaya asing dapat menimbulkan kekhawatiran. Hal itu disebabkan jika budaya asing itu dapat mempengaruhi budaya lokal, maka yang terjadi adalah luntur ataupun penyingkiran budaya lokal. Dapat diambil contoh perempuan jaman dahulu selalu mengenakan kebaya ataupun rok, tetapi setelah era globalisasi perempuan sudah jarang yang mengenakan kebaya atupun rok. Mereka lebih memilih menggunakan celana jeans yang di anggap mengikuti mode.

Era Globalisasi dewasa ini mengharuskan kita untuk bersikap arif dan mampu merumuskan serta mengaktualisasikan kembali nilai-nilai kebangsaan yang tangguh dalam beriteraksi terhadap tatanan dunia luar dengan tetap berpijak pada jadi diri, serta menyegarkan dan memperluas makna

pemahaman kebangsaan kita dengan mengurangi berbagai dampak negatif yang akan timbul dengan cara di antaranya adalah pembangunan kualitas manusia Indonesia melalui pendidikan, pemberian ketrampilan hidup ( life skill ) agar mampu menciptakan kreatifitas dan kemandirian, usaha menumbuhkan budaya dan sikap hidup global, seperti mandiri, kreatif, menghargai karya, optimis, dan terbuka, usaha selalu menumbuhkan wawasan kebangsaan dan identitas nasional, usaha menciptakan pemerintahan yang transparan dan demokratis.

 

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!